16 Jan 2011

Tindakan kuratif dan rehabilitatif selalu lebih mahal


Tertarik dengan  “ keynote speaker “ Menteri Kesehatan Republik Indonesia  pada Simposium Nasional Fakultas Kesehatan Masyarakat  Universitas Diponegoro, 13 Maret 2010 kemarin yang berjudul : 
Mewujudkan Kemandirian masyarakat Berbasis Preventif dan Promotif “ yang menyatakan antara lain  : Strategi Kementerian Kesehatan tahun 2010 – 2014 adalah menutamakan Program tindakan preventif dan Promotif tanpa mengesampingkan Program Kuratif dan Rehabilitatif. Suatu hal yang sangat menarik dan relevan kalau melihat masalah kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini

Tindakan preventif artinya program aatau tindakan yang mencegah agar tidak terjadi penyakit, sedangkan promotif adalah segala tindakan atau program yang meningkatkan derajat kesehatan individu atau  masyarakat sehingga individu atau masyarakat tidak menjadi sakit . termasuk dalam kelompok ini antara lain : program imunisasi, program skrining antenatal, program peningkatan gizi masyarakat, POSYANDU, program  pemberantasan buta huruf, pemeriksaan ante natal dsb dsb. , meskipun program ini dapat dilaksanakan oleh individu sendiri namun dampak nya akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat..Benar kata pepatah yang mengatakan :  Mencegah lebih mudah dan lebih murah daripada mengobati . Biaya per individu yang berkumulatif biaya untuk kesehatan masyarakat, pada awal perencanaan anggaran akan terlihat woooww….. MAHAL. Namun kalu dilihat dampak jangka panjangm ini akan merupakan investasi jangka panjang yang hasil nya dapat dinikmati kemudian. Apalagi kalau dibandingkan atau dihitung secara komprehensif semua “ expenditure  “  dalam biaya kesehatan  dibandingkan dengan angka produktifitas atau bahkan GNP  suatu Negara akan kelihatan bahwa kelompok tindakan atau program ini akan lebih murah.

Bila dibandingkan dengan tindakan atau program kuratif  dan rehabilitatif  akan kelihatan beda yang signifikan. Kuratif artinya mengobati suatu penyakit dan komplikasi atau penyulit nya sedang rehabilitatif artinya tindakan atau program untuk meniadakan atau meminimalisasi dampak suatu penyakit dan penyulit nya. Bila dilihat dari segi pembiayaan kesehatan, maka akan kelihatan betapa besar biaya yang harus dikeluarkan : mulai dari biaya penegakan diagnosis, biaya obat obatan dan alat kesehatan  , biaya perawatan dan biaya operasi di rumah sakit. Kalau pasien bisa sembuh dan harus dilakukan tindakan atau program rehabilitasi atau mencegah agar kecacatan tidak semakin diderita oleh orang tersebut……Biaya akan bertambah besar.
Persoalan sekarang adalah bagaimana memikirkan pembiayaan pogram yang mahal ini. Pemerintah sudah menyediakan dan mendukung dengan Program ASKES untuk Pegawai negeri Sipil dan pensiunan, serta JAMKESMAS( Jaminan Kesehatan Nasional)

Klik Dapat Duit

Indonesia News

Loading...