16 Jan 2011

Gejala kanker

  • Faktor kejiwaan, emosional
    - Stres yang berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.
  • Radikal bebas
    - Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber – sumber radikal bebas yaitu :
    1. Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme.
    2. Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.
    3. Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun biologis.
Gejala Kanker
Gejala kanker secara umum yang timbul tergantung dari jenis atau organ tubuh yang terserang yaitu : Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf dan pembuluh darah disekitarnya, reaksi kekebalan dan peradangan terhadap kanker yang sedang tumbuh, dan nyeri juga disebabkan karena ketakutan atau kecemasan.
Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak wajar, misalnya ludah, batuk atau muntah yang berdarah, mimisan yang terus menerus, cairan puting susu yang mengandung darah, cairan liang senggama yang berdarah (diantara menstruasi atau menopause) darah dalam tinja, darah dalam air kemih. Perubahan kebiasaan buang air besar Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang lemak dan protein (kaheksia) Benjolan pada payudara Gangguan pencernaan, misalnya sukar menelan yang terus menerus. Tuli, atau adanya suara – suara dalam telinga yang menetap.
Luka yang tidak sembuh – sembuh Perubahan tahi lalat atau kulit yang mencolok

Cara mudah mendeteksi dan mendiagnosis kanker ,
Cara mendeteksi dan mendiagnosa kanker dilihat dari gejalanya secara khusus berdasarkan jenis kanker yang dialami, dan cara ini  dapat di lakukan sendiri tanpa melibatkan pemeriksaan khusus untuk mendeteksi atau mendiagnosis adanya kanker seperti yang sering dilakukan oleh seorang dokter ahli kanker ( Oncologist ) dan dokter ahli bedah kanker ( Surgical Oncologist ).
  • Kanker Otak
    Waspadai bila sering terjadi sakit kepala yang berkepanjangan dan sudah menjadi sakit yang rutin atau periodik, Sakit kepala yang sangat pada pagi hari dan berkurang pada tengah hari , disertai muntah muntah yang menyembur, epilepsi, lemah, mati rasa pada lengan dan kaki, kesulitan berjalan,mengantuk, perubahan tidak normal pada penglihatan, perubahan pada kepribadian, perubahan pada ingatan, sulit bicara.
  • Kanker mulut
    Waspadai bila ada benjolan dan sariawan pada lidah, gusi dan bibir, yang tidak kunjung sembuh, disertai adanya gangguan pengecapan, gangguan bicara, dan gangguan suara atau  serak.
  • Kanker Tenggorokan
    Batuk terus menerus, suara serak atau parau.
  • Kanker Paru-paru
    Waspadai adanya batuk yang berkepanjangan disertai keluarnya darah segar bagi perokok berat ( heavy smoker ) Batuk terus – menerus, dahak bercampur darah, rasa sakit di dada .
  • Kanker Payudara
    Adanya benjolan, penebalan kulit (tickening), perubahan bentuk, gatal – gatal, kemerahan, rasa sakit yang tidak berhubungan dengan menyusui atau menstruasi. bila ada, coba identifikasi seperti pada Abdomen, disertai raba ada / tidaknya pembesaran kelenjar getah bening pada leher dan ketiak kiri dan kan

  • Kanker saluran pencernaan ( Usus Besar, dan Usus Kecil )
    Waspadai bila terjadi perubahan pola buang air besar, antara lain sering mencret yang berkepanjangan, atau bahkan sembelit yang berkepanjangan, Adanya darah dari anus dalam kotoran yang ditandai dengan warna merah terang atau hitam, rasa tidak enak terus – menerus pada perut, benjolan pada perut, rasa sakit setelah makan, penurunan berat badan.
  • Kanker Lambung
    Keluar darah segar dari mulut disertai muntahan
  • Kanker Rahim (uterus)
    Pendarahan diperiode – periode datang bulan, pengeluaran darah saat mens yang tidak seperti biasanya dan rasa sakit yang luar biasa.
  • Kanker Leher rahim.
    Waspadai tanda tanda perdarahan artinya keluarnya perdarahan tanpa didahului adanya luka atau jejas, seperti Mimisan dari lubang hidung, keluarnya darah segar dari Vagina baik tidak ataupun setelah berhubungan dengan suami , Adanya kutil pada mulut vagina. Waspadai adanya keputihan yang berkepanjangan, berbau dan disertai rasa gatal, ini khusus untuk wanita yang sudah berumah tangga .
  • Kanker Indung Telur (ovarium)
    Pada fase lanjut barulah muncul gejala.
  • Kanker Kolon
    Pendarahan pada rectum, ada darah pada kotoran, perubahan buang air besar (diare yang terus menerus atau sulit buang air besar).
  • Kanker Kandung Kemih atau Ginjal
    Ada darah pada air seni, rasa sakit atau perih pada saat buang air kecil, keseringan atau kesulitan buang air kecil, sakit pada kandung kemih.
  • Kanker Prostat
    Waspadai bila dijumpai keadaan kencing yang kurang lancar, terutama dalam hal pancaran urin , rasa sakit yang terus menerus pada pinggang belakang, penis dan paha atas.
  • Kanker Buah Zakar atau Testis
    Adanya benjolan pada buah zakar, ukuran penampungan pada buah zakar yang membesar dan menebal secara mendadak, sakit pada perut bagian bawah, dada membesar atau melembek.
  • Limfoma
    Waspadai adanya benjolan kelenjar ( istilah medis dikenal dengan nodullilymphatic = kelenjar getah bening ) terutama pada daerah leher, belakang daun telinga, ketiak kiri dan kanan, lipat siku. lipat paha, lipat lutut. Dan Kelenjar getah bening membesar, kenyal seperti karet, gatal – gatal, berkeringat pada waktu tidur malam, demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. lakukan identifikasi benjolan seperti pada Abdomen ( tanda khusus untuk tumor leher )
  • Leukemia
    Pucat, kelelahan kronis, penurunan berat badan, sering kena infeksi, mudah terluka, rasa sakit pada tulang dan persendian, mimisan.
  • Kanker Kulit
    Waspadai bila terdapat benjolan yang timbulnya mendadak tanpa adanya faktor luka atau trauma atau benturan, contohnya adanya jerawat kecil yang tiba tiba ada dipermukaan kulit selain kulit wajah , menyerupai kutil (mengeras seperti tanduk) di ikuti rasa gatal, nyeri tekan, warna kemerahan atau kehitaman, rasa panas. luka pada kulit yang sulit untuk sembuh, walau sudah diobati , rasa sakit pada daerah tertentu, perubahan warna kulit berupa bercak-bercak.
  • Kanker Tulang dan Persendian
    Waspadai adanya benjolan dan pembengkakan pada persendian baik sendi besar ( seperti lutut ) dan persendian kecil ( jari jari ), disertai rasa sakit bila digerakkan ,.
  • Komplikasi
    Komplikasi yang sering terjadi pada pasien kanker adalah infeksi yaitu pada pengidap kanker stadium lanjut. Infeksi terjadi akibat kekurangan protein dan zat gizi lainnya serta penekanan sistem imun yang sering terjadi setelah pengobatan konvensional.
Bagaimana cara mengatasinya bila dijumpai hal hal seperti diatas ?
Cara yang paling bijaksana adalah segera menghubungi Dokter terdekat, ke pelayananan medis sub unit Kanker ( Cancer unit / Poli kanker ). Yang pada setiap rumah sakit pasti ada dokter ahli Kankernya ( Oncologist ) dan juga dokter ahli Bedah Kankernya ( Surgical Oncologist ). Dengan penanganan yang baik dan sedini mungkin maka prognosis harapan sembuh akan lebih besar, hilangkan kekuatiran bahwa berobat ke dokter nanti takut di bedah, atau takut mengeluarkan biaya yang tidak cukup sedikit.agar dapat di atasi lebih lanjut, karena prinsip dasar penanganan kanker adalah semakin dini / semakin cepat diatasi maka prognosis harapan untuk sembuh akan lebih besar.
Stadium  Kanker
Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat jauh Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA, rontgen , USG, dan bila memungkinkan dengan CT Scan, scintigrafi dll. Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistim TNM yang direkomendasikan oleh UICC(International Union Against Cancer dari WHO atau World Health Organization) / AJCC(American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons).
Pengobatan Kanker

Pengobatan dengan Kemoterapi
Prinsip kerja pengobatan ini adalah dengan meracuni atau membunuh sel – sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar atau untuk mengurangi gejala-gejala yang disebabkan oleh kanker. Kemoterapi terkadang merupakan pilihan pertama untuk menangani kanker. Kemoterapi bersifat sistematik, berbeda dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat, karenanya kemoterapi dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin sudah menjalar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Penggunaan kemoterapi berbeda-beda pada setiap pasien, kadang-kadang sebagai pengobatan utama, pada kasus lain dilakukan sebelum atau setelah operasi dan radiasi. Tingkat keberhasilan kemoterapi juga berbeda-beda tergantung jenis kankernya. Kemoterapi biasa dilakukan di rumah sakit, klinik swasta, tempat praktek dokter, ruang operasi (walaupun jarang dilakukan) dan juga di rumah (oleh perawat, penderita sendiri, atau anggota keluarga lainnya).
Efek samping kemoterapi adalah terjadi penurunan jumlah sel-sel darah (akan kembali normal sekitar seminggu kemudian), infeksi (ditandai dengan panas , sakit tenggorokan, rasa panas saat kencing, menggigil dan luka yang memerah, bengkak, dan rasa hangat), anemia, pendarahan seperti mimisan, rambut rontok, kadang ada keluhan seperti kulit yang gatal dan kering, mual dan muntah, dehidrasi dan tekanan darah rendah, sembelit/konstipasi, diare, gangguan sistem syaraf.

Pengobatan dengan Terapi Penyinaran (Radiasi)
Terapi radiasi biasanya dilakukan sebelum atau sesudah operasi untuk mengecilkan tumor. Radiasi dilakukan dalam usaha menghancurkan jaringan-jaringan yang sudah terkena kanker.
Efek samping penyinaran adalah mual dan muntah, penurunan jumlah sel darah putih, infeksi atau peradangan, reaksi pada kulit seperti terbakar sinar matahari, rasa lelah, sakit pada mulut dan tenggorokan, diare dan dapat menyebabkan kebotakan.

Pengobatan dengan Hormonterapi
Terapi jenis ini paling umum ditawarkan untuk perempuan dengan kondisi kanker payudara metastatis (yang telah menyebar ke seluruh tubuh). Namun, bagi perempuan pada kondisi stadium awal, terapi adjuvant bisa direkomendasikan ketika tidak ada penyakit yang terdeteksi, tapi ada sedikit deposit sel kanker yang terlalu sedikit untuk dideteksi. Kondisi ini dapat mencegah sel kanker datang kembali. Reseptor estrogen yang terpilih (SERM) tamoxifen and aromatase inhibitors sangat umum digunakan dalam bentuk dari terapi adjuvant. Tipe terapi ini mencegah sel kanker memasuki akses hormon yang perlu berproduksi. Cukup banyak penelitian yang ditujukan untuk mempelajari obat-obatan untuk pengobatan kanker payudara dan mencegah tumbuh kembali. Pada banyak kasus, tamoxifen diberikan untuk mencegah sel kanker datang kembali lima tahun ke depan. Meskipun tamoxifen telah menunjukkan hasil yang bagus, hal itu bisa meningkatkan risiko perempuan mengalami kanker endometrial. Tipe hormon terapi umum yang lainnya adalah pengangkatan (oophorectomy) atau melakukan radiasi pada indung telur, tempat hormon perempuan diproduksi.

Pengobatan dengan Pembedahan atau Operasi
Pembedahan merupakan bentuk pengobatan kanker yang paling tua. Beberapa kanker sering dapat disembuhkan hanya dengan pembedahan jika dilakukan pada stadium dini.

Pengobatan dengan Terapi Kombinasi
Untuk beberapa kanker, pengobatan terbaik merupakan kombinasi dari pembedahan, penyinaran, dan kemoterapi. Pembedahan atau penyinaran mengobati kanker yang daerahnya terbatas, sedangkan kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker yang berada diluar jangkauan pembedahan maupun penyinaran. Terkadang penyinaran atau kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan untuk memperkecil ukuran tumor atau setelah pembedahan untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin tersisa.

Pengobatan Herbal
Pengobatan herbal adalah suatu pengobatan menggunakan berbagai macam ekstrak dari tumbuh-tumbuhan (tanaman obat), contohnya, ekstrak dari keladi tikus (Extract Typhonium Flagelliforme) yang dikombinasikan dengan bahan alami lainnya yang diolah secara modern, yang dapat membantu detoxifikasi jaringan darah dan menstimulasi system kekebalan tubuh untuk bersama-sama memberantas sel kanker. Pengobatan herbal adalah salah satu alternatif pengobatan yang telah banyak terbukti keampuhannya selain pengobatan yang dilakukan secara modern/konvensional.
Penggunaan herbal untuk mengobati kanker tidak muncul begitu saja. Ada beberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahan baku tersebut, yaitu sebagai berikut:
1. Konsep dari hasil penelitian bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal kembali)
2. Konsep menghambat pertumbuhan kanker. Kanker tumbuh karena karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetis pertumbuhan. Jika karsinogen dan lingkungan tersebut ditiadakan, pertumbuhan kanker akan terhambat.
3. Konsep penuaan sel kanker. Jika pertumbuhannya dihambat, maka sel kanker tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang, kemudian tua dan mati.
4. Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker. Kanker berkembang dengan cara menyerang sel yang ada disekitarnya, sehingga dengan memperkuat sel sehat di sekitarnya akan terbentuk pertahanan sel yang dapat menahan sel kanker.

Pencegahan Kanker
Pencegahan Secara Umum

Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen, seperti :
  1. Makan banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian seperti tempe, dan tahu bahwa banyak makanan mengandung serat. Setidaknya satu atau dua kali sehari mengkonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.
  2. Jangan berlebihan berat atau kegemukan. Weigh berat 1 kali seminggu. Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, terjadinya risiko kanker yang lebih besar, terutama kanker payudara, kandungan, usus besar, lambung, ginjal, dan kantong empedu.
  3. Terlalu banyak makanan gorengan dan juga yang mengandung protein dan lemak tinggi dan jeroan.
  4. Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen seperti makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, dipanggang arang untuk keluar (dibakar). Yang terbaik adalah makanan yang direbus.
  5. Hati-hati dengan penggunaaan pemanis buatan, pewarna makanan dan bahan pengawet yang berlebihan. Makanan terbaik adalah makanan segar.
  6. Makanan Dijaga kebersihannya, beraneka ragam, dan bebas dari zat pencemaran lingkungan.
  7. Tidak  mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan merokok
  8. Kegiatan fisik dengan olahraga secara teratur, seiring dengan kesehatan mental dan spiritual merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit kanker.
  9. Lakukan  penapisan atau screening terhadap kemungkinan terkena kanker contoh Pap Smear untuk kanker rahim dan leher rahim . Tes penapisan kanker ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker sehingga dapat menurunkan jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh, biasanya kanker tersebut dapat diobati dan memberikan hasil yang optimal.